Daily Bread

Kamis, 9 April 2009: Menjadi Pembantu???

[vc_row][vc_column width=”1/1″][vc_column_text]Yoh 13:1-15
Sebab aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sam seperti yang telah Kuperbuat kepadamu. (Yoh 13:15)

Keluarga Yovie mempunyai pembantu yang sudah ikut sejak Yovie berusia sekitar 7 tahun, berarti sudah 25-an tahun lebih yang lalu pembantu ini mengabdi. Dia menikah, punya anak dan anaknya juga bekerja pada keluarga kami. Sekarang pembantu ini menjadi pembantu di rumah kami. Menjaga Yoyo dan Vina sejak mereka masih bayi. Anak-anak kami memanggilnya mbah, karena dia dulu merawat papanya.
Keluarga saya pun punya pembantu yang mengabdi 25-an tahun, dan sampai sekarang masih ikut adik papa saya.
Saya juga sering mendengar pembantu-pembantu lain yang bisa mengabdi sampai puluhan tahun. Betapa mengagumkan ya….
Apakah mereka ini tidak pernah dimarahi majikannya, atau tidak pernah mengalami masalah apapun selama mengabdi?
Tentu saja tidak. Pasti saja mereka pernah dimarah, bertengkar dengan sesama pembantu.
Tetapi mereka bisa mengatasi itu semua karena mereka mempunyai kesetiaan.

Injil hari ini Tuhan mengajarkan kita bagaimana menjadi seorang pelayan Tuhan yang baik. Tuhan sendiri telah memberi contohnya.
Bagaimana Yesus mau membasuh kaki para murid termasuk orang yang Yesus tahu pasti akan menyerahkanNya untuk disalibkan. Yesus mengajarkan kepada kita untuk rendah hati, mau menerima sesama apa adanya dan mau memberikan pengampunan yang sempurna. Teladan bahwa Yesus setia pada BapaNya.

Sebagai pelayan Tuhan, pasti banyak hal juga yang kita alami, orang-orang yang tidak sepaham dengan kita, pengorbanan yang tidak dihargai, miskomunikasi. Apalagi sebagai pelayan Tuhan kita bertemu dengan banyak orang dengan berbagai macam latar belakang keluarga, lingkungan dan pendidikan. Cara berpikir, berbicara, maupun bertindak yang berbeda-beda.

Dan terkadang hal ini membuat kita sakit hati, merasa putus asa, tidak bisa menerima keadaan dan akhirnya tidak mau melayani Tuhan lagi.

Mari Kita juga belajar seperti pembantu-pembantu yang puluhan tahun bekerja, melayani majikannya dengan setia. Menjadi setia juga berarti kita harus membuang ego kita sejauh mungkin dan mau melakukan apa yang diminta majikannya.

Marilah kita berdoa supaya Tuhan boleh hari demi hari menyempurnakan kita agar bisa menjadi pelayanNya yang setia, membuang jauh ego atau harga diri kita dan melakukan yang menjadi kehendakNya. Seperti teladan yang diberikan Yesus pada kita.

(nathasa)[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

Leave a Reply